(Vibiznews – Stocks) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan hari mengalami tekanan jual yang cukup besar. Memiliki nilai transaksi tertinggi pada perdagangan hari ini, yaitu sebesar Rp274,36 miliar. Turun 200 poin dari penutupan kemarin, saat ini BUMi berada pada level 2.000 (pukul 14.22 waktu JATS). Ditransaksikan sebanyak 133,66 juta lembar dengan total frekuensi 3.041, Bumi menempati urutan teratas dalam kelompok top losers di indeks LQ45 diatas UNSP (18/10).
Hingga bulan keenam tahun 2011, tercatat aset perseroan mencapai Rp65,46 triliun atau turun 11,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu juga dengan ekuitas yang turun sebesar 11,16% menjadi hanya Rp11,82 triliun pada semester I-2011. Namun pada laba bersih BUMI meningkat signifikan sebesar 92,96% menjadi Rp2,36 triliun. Dengan kenaikan laba bersih maka tingkat ROE naik menjadi 36,29% dan ROA menjadi 7,21%.
Indikator stochastic memberikan sinyal reversal di area overbought, dimana kemarin garis %K dan %D membentuk death cross. Begitu juga dengan indikator MACD dimana uptrend tertahan oleh histogram positif yang mulai memendek. Begitu juga trend jangka panjang, trend masih pada keadaan bearis dimana EMA 50 bergerak turun dibawah EMA 200.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam jangka panjang, trend masih bearish seiring dengan kinerja yang masih underperform. Begitu juga dalam beberapa hari kedepan dimana akan ada peleahan seiring dengan teknikal yang sudah overbought. Dengan titik support fibonacci 0,00% pada level 1.600 dan resistance fibonacci 38,2% di level 2.383 disarankan untuk sell.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)
Hingga bulan keenam tahun 2011, tercatat aset perseroan mencapai Rp65,46 triliun atau turun 11,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu juga dengan ekuitas yang turun sebesar 11,16% menjadi hanya Rp11,82 triliun pada semester I-2011. Namun pada laba bersih BUMI meningkat signifikan sebesar 92,96% menjadi Rp2,36 triliun. Dengan kenaikan laba bersih maka tingkat ROE naik menjadi 36,29% dan ROA menjadi 7,21%.
Indikator stochastic memberikan sinyal reversal di area overbought, dimana kemarin garis %K dan %D membentuk death cross. Begitu juga dengan indikator MACD dimana uptrend tertahan oleh histogram positif yang mulai memendek. Begitu juga trend jangka panjang, trend masih pada keadaan bearis dimana EMA 50 bergerak turun dibawah EMA 200.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam jangka panjang, trend masih bearish seiring dengan kinerja yang masih underperform. Begitu juga dalam beberapa hari kedepan dimana akan ada peleahan seiring dengan teknikal yang sudah overbought. Dengan titik support fibonacci 0,00% pada level 1.600 dan resistance fibonacci 38,2% di level 2.383 disarankan untuk sell.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)
No comments:
Post a Comment