(Vibiznews – Stocks) PT jakarta Setiabudi International Tbk (JSPT) menargetkan pendapatan perseroan hingga September kemarin mencapai Rp750 miliar. Pendapatan tersebut didapat dari kontribusi hotel sebesar 70%, kemudian sisanya dari residental, perkantoran dan ritel. Dengan peningkatan sebesar 3-4%, perseroan yakin pada ahir tahun 2011 pendapatan mencapai Rp1 triliun.
Target tersebut dirasakan dapat dicapai karena perseroan sedang membangun beberapa proyek seperti apartemen, hotel di Jakarta, Bali dan Yogya serta ada ritel dan residental. Selain itu dalam waktu dekat, JSPT akan membangun hotel di Semarang. Memebeli lahan seluas 1.200 m2, perseroan rencananya akan membangun hotel dengan kapasitas 129 unit kamar dengan dana investasi sekitar US$25.000.
Melihat laporan keuangan pada semester pertama 2011, aset JSPT mengalami penurunan sebesar 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,51 triliun. Sedangkan total ekuitas meningkat sebesar 39,66% menjadi Rp1,53 triliun. Begitu juga dengan laba bersih, naik sebesar 30,89% menjadi Rp67,8 miliar. Dengan pertumbuhan tersebut maka tingkat ROA naik menjadi 5,04%. Sedangkan ROE turun menjadi 8,67%.
Hanya beberapa kali terjadi transaksi pada tahun 2011, saat ini JSPT berada pada level 700 (18/10). Semua indikator menunjukan trend yang flat. Minimnya transaksi JSPT tahun ini membuat trend cenderung tidak bergerak. Dengan kondisi saham yang tidak liquid disarankan untuk mencari saham lain yang memiliki pergerakan trend cukup volatile.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)
Target tersebut dirasakan dapat dicapai karena perseroan sedang membangun beberapa proyek seperti apartemen, hotel di Jakarta, Bali dan Yogya serta ada ritel dan residental. Selain itu dalam waktu dekat, JSPT akan membangun hotel di Semarang. Memebeli lahan seluas 1.200 m2, perseroan rencananya akan membangun hotel dengan kapasitas 129 unit kamar dengan dana investasi sekitar US$25.000.
Melihat laporan keuangan pada semester pertama 2011, aset JSPT mengalami penurunan sebesar 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,51 triliun. Sedangkan total ekuitas meningkat sebesar 39,66% menjadi Rp1,53 triliun. Begitu juga dengan laba bersih, naik sebesar 30,89% menjadi Rp67,8 miliar. Dengan pertumbuhan tersebut maka tingkat ROA naik menjadi 5,04%. Sedangkan ROE turun menjadi 8,67%.
Hanya beberapa kali terjadi transaksi pada tahun 2011, saat ini JSPT berada pada level 700 (18/10). Semua indikator menunjukan trend yang flat. Minimnya transaksi JSPT tahun ini membuat trend cenderung tidak bergerak. Dengan kondisi saham yang tidak liquid disarankan untuk mencari saham lain yang memiliki pergerakan trend cukup volatile.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)
No comments:
Post a Comment