(Vibiznews – Stocks) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkapkan terjadi lonjakan permintaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga Rp 5 triliun per September 2011. BCA tengah memproses Rp 3 triliun dari permintaan KPR tersebut.
Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja di sela CWMA Conference di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
"Kan bunga murah 7,5% jadi menarik akhirnya kita perpanjang hingga Desember 2011. Ternyata banyak permintaan hingga Rp 5 triliun, kita tengah proses Rp 3 triliun," ungkap Jahja.
Menurut Jahja, outstanding alias total kredit KPR di kuartal II-2011 telah mencapai Rp 15 triliun. Ke depan, di kuartal III-2011 bisa Rp 15 triliun.
Lebih jauh Jahja mengatakan untuk terus meningkatkan ekspansinya BCA dalam memberikan kredit fokus kepada lokasi rumah. Jahja menuturkan BCA berani memberikan 80% pendanaan jika lokasinya strategis.
"Di kota bagus tempatnya, pasti kita berikan nasabah down payment hingga 20 persen minimal," kata Jahja.
Lebih jauh Jahja mengatakan Rasio Pendanaan Terhadap Kredit alias (Loan To Deposit Ratio/LDR) meningkat dari 56% di kuartal II-2011 menjadi 58% di kuartal III-2011. Hal ini dikontribusi oleh realisasi ekspansi KPR tersebut.
Hingga pertengahan tahun ini, tercatat aset perseroan tumbuh hingga 13,8% dari periode yang sama tahun 2010 menjadi Rp339,79 triliun. Total ekuitas perusahaan meningkat sebesar 25,84% menjadi Rp38 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan naik 20,4% menjadi Rp4,79 triliun. Namun tingkat ROE perseroan menurun menjadi 23,73% sedangkan ROA naik menjadi 2,82%.
Melemah sejak awal Agustus lalu, saat ini BBCA ditransaksikan pada level 7.700 (18/10). Indikator stochastic memberikan sinyal reversal akibat pelemahan pada empat hari terahir. Begitu juga dengan indikator MACD, uptrend BBCA tertahan oleh histogram negatif yang mulai memendek. Sedangkan dalam jangka panjang, BBCA masih memiliki trend bullish dimana EMA 50 masih berada di atas EMA 200.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa seiring dengan kinerja perseroan yang semakin tumbuh dari tahun tahun, BBCA akan kembali kedalam trend bullishnya. Begitu juga dengan teknikal yang menguat, beberapa waktu kedepan BBCA berpotensi menguat. Dengan support fibonacci 61,8% di level 7.493 dan resistance fibonacci 76,40% di level 8.012 disarankan untuk buy on high.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)
No comments:
Post a Comment