Senin, 26 September 2011 11.30 WIB
PT Elnusa Tbk (ELSA) dikabarkan akan segera mendapatkan proyek besar, dimana salah satunya adalah kerjasama dengan salah satu anak perusahaan Pertamina dalah pengeboran. Selain proyek tersebut, ELSA juga akan bekerjasama dengan Exxon mobil Amerika dalam bidang kilang minyak. Disebutkan bahwa kerjasama dengan Exxon Mobil tersebut memiliki nilai kontrak sebesar US$15 juta. Hingga ahir September 2011 ini, ELSA sudah mengantongi kontrak sebesar US$110 juta atau senilai Rp980 miliar.
Tercatat hingga ahir Juni 2011, aset ELSA mencapai Rp4,1 triliun dengan total equity sebesar Rp2,04 triliun. Sedangkan laba bersih ELSA pada semester pertama 2011 ini naik dari Rp27,1 miliar menjadi sekarang Rp43,1 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut mendorong tingkat ROE dan ROA juga naik, masing masing menjadi 4,22% dan 2,1% YoY. Jika dilihat dari nilai PER sebesar 16,3x, ELSA memiliki harga saham yang cukup murah dibandingkan dengan saham sejenisnya.
Ditransaksikan pada level 195, ELSA memiliki trend major yang melemah dalam beberapa tahun belakangan (26/9). Indikator stochastic memberikan sinyal bearish dimana %K berada dibawah %D yang bergerak di area oversold. Selain itu indikator MACD juga menggambarkan hal yang sama, dimana pelemahan trend didorong oleh histogram negatif yang memanjang. Sedangkan pada trend jangka panjang, EMA 50 masih berada dibawah EMA 200 sejak dua tahun terahir.
Abalis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa trend cenderung menurun dengan tingkat volatile mingguan dikisaran 180 – 220. Namun dengan proyek-proyek barunya tersebut dapat berpotensi penguatan pada ELSA. Dengan support pada level 114 dam resistance di 140 disarankan untuk sell on high.
No comments:
Post a Comment