PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp258 niliar atau naik 98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp130 miliar (26/9). Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh tingkat penjualan yang naik 12,6% dari Rp1,65 triliun menjadi Rp1,85 triliun. Menurut catatan pada laporan keuangan LPPS, 55% pendapatan perseroan berasal dari penjualan eceran sementara sisanya didapat dari konsinyasi (komisi penjualan titipan).
Tercatat hingga ahir semester pertama 2011, aset LPPS mencapai Rp5,19 triliun atau naik tipis dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,02 triliun. Dari total aset tersebut terdapat equity sebesar Rp1,2 triliun, atau naik drastis dari periode sama tahun lalu sebesar Rp579,8 miliar. Dengan begitu maka tingkat ROE turun dari 58,14% di semester pertama tahun 2010 menjadi sekarang hanya 39,01%. Kemudian ROA turun menjadi 9,98% dari tahun lalu sebesar 11,54%.
Ditransaksikan pada level 71 per lembarnya, LPPS terus melemah sepanjang tahun 2011. Indikator stochastic menunjukan penurunan dimana garis %K bergerak dibawah garis %D setelah beberapa hari lalu sempat rebound keluar area oversold. Begitupula dengan indikator MACD yang memiliki trend turun yang didorong histogram negatif yang memanjang. Begitu juga dengan trend jangka panjang dimana EMA 50 masih berada jauh dibawah MA 200 nya.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi bahwa melihat indikator teknikalnya LPPS masih akan melemah. Dengan nilai PER sebesar 13,48x, sebetulnya LPPS memiliki harga yang cukup murah dibandingkan dengan saham sejenis. Dengan support pada level 50 dan resistance di 111 disarankan untuk sell sementara.
No comments:
Post a Comment