Sekretaris Perusahaan PT Tambang batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) Achmad Sudarto menjelaskan bahwa perseroan tidak akan melakukan aktivitas eksplorasi pencarian sumber daya untuk jangka waktu enam bulan kedepan. Hingga tahun ini perseroan menargetkan produksi dan pembelian batu bara naik menjadi 17,57 juta ton atau 23% dibanding tahun lalu yang hanya 13,02 juta ton. Angka tersebut berasal dari kontribusi produksi PTBA dan anak buahnya sebesar 16,63 juta ton dan sisanya berasal dari pembelian pihak ketiga.
Untuk mencapai target penjualan di tahun ini yaitu hingga 16,88 juta ton atau naik 23% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 12,95 juta ton, perseroan akan mengoptimalnkan volume produksi anak perusahaan PT IPC dan volume trading batubara. Tahun ini produksi IPC ditargetkan mencapai 0,9 juta ton dari tahun lalu hanya 0,5 juta ton. Sedangkan volume trading batubara diperkirakan naik hingga 1,2 juta ton dari tahun lalu hanya 0,5 juta ton.
Ditransaksikan pada level 15.000, PTBA mengalami penurunan yang tajam sejak awal September ini (23/9). Indikator stochastic penunjukan PTBA anjlok dimana garis %K bergerak dibawah garis %D yang telah berada di area oversoldnya. Begitu juga denga indikator MACD dimana pelemahan trend garis MACD didorong oleh histogram negatif yang memanjang. Dalam trend jangka panjang, PTBA sudah memasuki fase bearish dimana EMA 50 telah memotong EMA 200 dari atas.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi bahwa PTBA cenderung melemah menyesuaikan harga pasar denga harga sebenarnya. Dengan support pada level 11.000 dan resistance di 21.000 disarankan untuk sell.
No comments:
Post a Comment