PT Atra Agro Lestari Tbk (AALI) berhasil mengantongi pendapatan hinga Rp6,15 triliun pada Ahustus kemarin (22/9). Kenaikan tersebut didapat dari hasil penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil). Pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan dan harga rata-trata CPO. Sepanjang delapan bulan pertama saja, perseroan mengalami peningkatan penjualan sebesar 14,3%. Mayoritas penjualan hingga ahir bulan lalu berasal dari penjualan dalam negeri yang mencapai 95% sebesar 749.578 ton. Harga jual CPO perseroan pada periode ang sama mengalami peingkatan 17,7% menjadi Rp7.906.
Produksi CPO perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 19,7% menjadi 807/720 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya 674.856 ton. Sementara itu kontribusi terbesar produksi CPO berada pada wilayah Sumatera yang mencapai 41,9% kemudian wilayah Kalimanatan sebesar 37,9% dan Sulawesi sebesar 20,2%. Dilain sisi, tingkat konsumsi CPO diprediksi akan cenderung menguat tipis. Pada semester pertama saja laba bersih perseroan naik 98% menjadi Rp1,31 triliun.
Dijual pada harga 20.600, hari ini AALI cenderung menguat setelah kemarin turun (23/9) indikator stochastic memberikan sinyal bearish dan masih berpotensi untuk turun lebih dalam lagi. Sedangkan pada indikator MACD, pergerakan garis MACD dibawah garis sinyalnya ditekan oleh histogram negatif yang memanjang. Dalam jangka panjang AALI beraad pada trend bearis dimana EMA 50 memotong EMA 200 dari atas.
Analis Vibiz Consulting dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa trand major AALI sudah memasuki fase bearish. Begitu juga pada jangka pendek yang erus tertekan oleh bursa global membuat AALI terkoreksi. Dengan support pada level 18.800 dan resistance di 23.500 disarankan untuk sell seentara waktu.
No comments:
Post a Comment