Wednesday, November 30, 2011

Bagikan Dividen Interim, TOTO Masih Sepi Pembeli

Kamis, 01 Desember 2011 13.50 WIB


(Vibiznews – Stock) PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) segera membagikan dividen interim periode buku 2011 dengan nilai per lembarnya sebsar Rp1.000 per saham atau memiliki nilai total hingga Rp49,54 miliar. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2011, laba bersih perseroan mencapai Rp192,44 miliar sedangkan laba ditahan mencapai Rp721,29

Sedangkan untuk jadwal penyelenggaraan, perseroan akan melakukan pembayaran dividen pada tanggal 5 januari 2012. Sedangkan cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi pada tanggal 20 Desember 2011. Sementara untuk cum dividen di pasar tunai tercatat hingga tanggal 23 Desember 2011.

Memiliki volume transaksi yang minim, saat ini TOTO berada pada level 47.150 (1/12). Indikator stochastic memberikan sinyal bullish dimana saat ini trend telah berada pada area overbought. Sedangkan uptrend pada indikator MACD tertekan oleh histogram positif yang memendek drastis. Namun dalam trend tahunannya, TOTO masih bullish dimana candle stick berada diatas EMA 200.

Lihat Analisis Vibiz Research

Turunkan SBDK 50 bps, BMRI Berpotensi Uji Resistance

Kamis, 01 Desember 2011 10:55 WIB


(Vibiznews-Stocks)   PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), pada hari ini akan mempublikasikan penurunan suku bunga dasar acuan kredit (SBDK) sebesar 50 basis poin (bps). Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Zulkifli Zaini pada Rabu kemarin (30/11). Aksi ini dilakukan  seiring dengan penurunan BI Rate menjadi 6%.

Ia juga menambahkan bahwa penurunan suku bunga akan berlaku di semua sektor termasuk korporasi, retail, dan konsumer non KPR, sehingga jika sebelumnya SBDK adalah sebesar 11% maka akan diturunkan menjadi 10,5%. Menurutnya juga, dengan penurunan suku bunga itu diharapkan tidak akan berdampak terhadap kinerja perseroan. Pihaknya sendiri akan menurunkan biaya bank agar kinerja tetap baik..

Secara teknikal, BMRI masih berada pada trend bearishnya dengan intensitas yang cukup kuat. Supportnya berada pada level Rp. 6200,00, sedangkan resistancenya berada pada level  Rp. 6600,00.Jika resistance ini tertembus, maka target harga selanjutnya adalah pada Rp. 6900,00.

Dari sisi stochastic, saham ini telah memasuki area jenuh jualnya, sehingga dalam jangka pendek dimungkinkan adanya rebound.

Lihat Analisis Vibiz Research

Targetkan 25000 Nasabah Priority Banking, BNLI Berpotensi Rebound

Kamis, 01 Desember 2011 10:40 WIB


(Vibiznews-Stocks)   PT Bank Permata Tbk (BNLI) , dari pernyataan Direktur Retail PermataBank, Lauren Sulistiawati, di Jakarta, Selasa (29/11),  menargetkan hingga akhir 2011 akan memiliki jumlah nasabah pada layanan priority banking mencapai 25.000 dengan total dana kelolaan lebih dari Rp25 triliun.

Perseroan sendiri optimis hal ini akan tercapai dikarenakan hingga Q3 2011 kemarin, diperkirakan telah ada 23.000 nasabah pada layanan tersebut.  Menurutnya, BNLI kebanjiran nasabah setelah Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan wealth management bagi perbankan nasional.

Secara teknikal, saham ini berada pada trend bearishnya. Supportnya berada di level Rp.1.325,00 dan resistancenya pada Rp. 1.475,00. Sampai penutupan perdagangan kemarin, BNLI bertengger pada harga Rp.1430,00.

Lihat Analisis Vibiz Research

Terima Penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup, MEDC berpeluang Tembus Resistance

Kamis, 01 Desember 2011 10.10 WIB


(Vibiznews – Stock) PT Medco Energi International Tbk (MEDC) baru saja menerima penghargaan tertinggi oleh Kementrian Lingkungan Hidup, dimana perseroan mengikuti Program Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Dalam hal ini perseroan menjadi perusahaan migas dan produksi (EP) pertama yang  meraih peringkat emas pada Blok Rimau Sumatera Selatan.

Tidak hanya itu saja, perseroan juga mengantongi peringkat Hijau untuk tiga blok EP lainnya, yaitu Blok South Sumatera Extension, Blok Tarakan, dan Blok Kampar. Penghargaan proper itu sendiri diberikan atas kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, dimana terdapat beberapa aspek penilaian seperti limbah cair, emisi gas buang dan pengelolaan limbah B3.

Mengalami pelemahan dalam satu bulan terahir, hari ini MEDC dibuka pada level 2.325 (1/12). Indikator stochastic memberikan sinyal reversal di kisaran 25%, dimana trend berbalik menguat setelah tiga hari terahir menguat. Sedangkan downtrend MACD mulai terdorong naik oleh histogram negatif yang memendek.

Lihat Analisis Vibiz Research