Ia juga menambahkan bahwa penurunan suku bunga akan berlaku di semua sektor termasuk korporasi, retail, dan konsumer non KPR, sehingga jika sebelumnya SBDK adalah sebesar 11% maka akan diturunkan menjadi 10,5%. Menurutnya juga, dengan penurunan suku bunga itu diharapkan tidak akan berdampak terhadap kinerja perseroan. Pihaknya sendiri akan menurunkan biaya bank agar kinerja tetap baik..
Secara teknikal, BMRI masih berada pada trend bearishnya dengan intensitas yang cukup kuat. Supportnya berada pada level Rp. 6200,00, sedangkan resistancenya berada pada level Rp. 6600,00.Jika resistance ini tertembus, maka target harga selanjutnya adalah pada Rp. 6900,00.
Dari sisi stochastic, saham ini telah memasuki area jenuh jualnya, sehingga dalam jangka pendek dimungkinkan adanya rebound.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment