Perseroan sendiri optimis hal ini akan tercapai dikarenakan hingga Q3 2011 kemarin, diperkirakan telah ada 23.000 nasabah pada layanan tersebut. Menurutnya, BNLI kebanjiran nasabah setelah Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan wealth management bagi perbankan nasional.
Secara teknikal, saham ini berada pada trend bearishnya. Supportnya berada di level Rp.1.325,00 dan resistancenya pada Rp. 1.475,00. Sampai penutupan perdagangan kemarin, BNLI bertengger pada harga Rp.1430,00.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment