Thursday, December 15, 2011

Targetkan Penjualan 2,1 Trilliun di 2012, ULTJ Masih Bergerak Sideways

Jumat, 16 Desember 2011 11:50 WIB

(Vibiznews - Stocks) - Sekretaris PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), Eddi Kurniadi, memaparkan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5-10% di 2012 sehingga mencapai nilai Rp 2,1 triliun.

ULTJ cukup optimis dengan target ini dikarenakan menurut mereka konsumsi susu di Indonesia masih cukup baik. Jumlah penduduk yang semakin bertambah dan positifnya pertumbuhan ekonomi nasional juga menjadi salah satu faktor penopang optimisme manajemen tersebut.

Sejak November lalu, saham ini bergerak konsolidatif pada kisaran support dan resistancenya di Rp. 1040,00-Rp. 1160,00. Support dan resistance kedua masing-masing berada pada Rp. 850,00 dan Rp. 1250,00. Dari indikator ADX, saham ini tengah berada pada masa bullish dengan intensitas yang cukup kuat.

Pada perdagangan kemarin (15/12), saham ini ditutup pada harga Rp. 1080,00, naik 10 poin (0.93%) dari perdagangan hari sebelumnya. Jumlah transaksinya sendiri mencapai 704 lot dengan total value Rp. 380 Juta.

Biayai Anak Perusahaan, BRPT Bergerak Sideways

Jumat, 16 Desember 2011 11:45 WIB
(Vibiznews - Stocks) - Pembiayaan sebesar US$ 4 juta atau Rp 36,4 miliar diberikan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) untuk anak usahanya, PT Petrogras Pantai Madura. Dana ini memiliki jangka waktu dua tahun dengan bunga 10% di tahun pertama dan 5% di tahun kedua. Modal kerja yang besar dibutuhkan oleh PT Petrogas Pantai Madura karena masih berada pada tahap pengembangan. Kepemilikan saham Barito di Petrogas sendiri adalah sebesar 49%.

Petrogas merupakan perusahaan yang bergerak dalam pertambangan minyak dan gas bumi yang terletak di Pantai Madura, Jawa Timur. Dana US$ 4 juta tersebut akan digunakan Petrogas untuk biaya operasional atas kepemilikan 10% participating interest pada Madura Offshore Production Sharing Contract dengan harapan akan memberikan kontribusi positif bagi BRPT.

Dari awal bulan ini, BRPT terus bergerak mendatar dan akhirnya dibuka pada harga Rp 790,00 hari ini (16/12). Indikator teknikal menandakan bahwa saham BRPT berada pada trend bearishnya, dengan support dan resistance pada level Rp 740,00 dan Rp 840,00.

Revisi, Reccurring Income Meningkat, APLN Terancam Koreksi

Jumat, 16 Desember 2011 11:40 WIB

(Vibiznews - Stocks) - Pendapatan rutin (recurring income) PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi 10% di kuartal IV tahun ini dari sebelumnya yang hanya 5%. Pada Agustus 2011 yang lalu APLN mengakuisisi PT Karya Gemilang Perkasa , pemilik PT Pluit Propertindo senilai Rp 300,85 miliar. PT Pluit Propertindo merupakan pemilik dan pengelola Emporium Pluit Mall, di Jakarta Utara. Dengan akuisisi ini, Agung Podomoro Land akan menguasai mayoritas saham Pluit Propertindo yaitu sebesar 52,78%. Akuisisi inilah yang akhirnya mendorong kenaikan recurring income tahun ini.

Melihat banyaknya  proyek perkantoran, pusat ritel, dan hotel milik perseroan yang telah beroperasi, recurring income Agung Podomoro akan kembali naik tahun depan. Perusahaan menargetkan porsi recurring income dalam lima tahun kedepan akan mencapai 30%. Salah satu proyek yang akan mendukung kenaikan adalah beroperasinya mal yang baru dibuka pada 15 Desember dan gedung perkantoran yang baru mulai beroperasi Februari 2012 di superblok Kuningan City.

Meningkat drastis selama seminggu ini, APLN dibuka pada harga Rp 350 hari ini (16/12), naik 5 poin dari harga penutupan kemarin. Secara teknikal, APLN berada pada trend bullishnya dan memasuki area overbought, sehingga ada kemungkinan akan terkoreksi.

Dapatkan Pinjaman dari BBCA, ELSA Tampaknya Akan Terkoreksi

Jumat, 16 Desember 2011 11:30 WIB

(Vibiznews - Stocks) - PT Elnusa Tbk (ELSA) telah menjaminkan aset perseroan untuk mendapatkan kredit dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai maksimum US$122,5 juta. Aksi ini telah disetujui dalam RUPSLB perseroan. Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Perusahaan Elnusa (ELSA) Heru Smodra Kemarin (15/12).

Dana pinjaman ini akan digunakan oleh perusahaan untuk membayar hutang-hutang perseroan. Hal ini diharapkan akan memberikan fleksibilitas arus kas perseroan, mempermudah pengelolaan pinjaman korporasi serta menambah kapasitas operasional dalam rangka meningkatkan daya saing perseroan.

Dari sisi teknikalnya, saham ini sudah cukup lama bergerak sideways pada kisaran support dan resistancenya, yakni dari November hingga saat ini pada level Rp. 205,00-Rp. 230,00. Indikator ADX memberikan indikasi bahwa saham ini juga tengah berada pada masa bullishnya dengan intensitas yang kuat.

Masuk Industri Batubara, MEDC Cenderung Terkoreksi

umat, 16 Desember 2011 11.00 WIB

(Vibiznews – Stock) PT Medco energi International Tbk (MEDC) berencana untuk masuk kedalam industri batubara. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Direktur MEDC Lukman Mahfoedz bahwa hal tersebut merupakan pertama kalinya perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak dan gas masuk ke bisnis batubara.

Rencana ini kemungkinan akan dilakukan pada tahun 2012 mendatang. Lukman melanjutkan bahwa produksi awal bisa mencapai 8.000 ton per bulan dan bisa berproduksi hingga 45.000 ton per Juni mendatang. Sedangkan untuk produksi sendiri akan dilakukan di Nunukan Sumatera. Sedangkan untuk target pasar masih didominasi oleh pasar domestik.

Mengalami pelemahan dalam sepekan terahir, saat ini MEDC berada pada level 2.425 (16/12). Indikator stochastic memberikan sinyal downtrend setelah meninggalkan area overbought. Sedangkan pada MACD, cenderung masih konsolidasi, dimana trend mendatar dengan histogram yang tipis.

Dapatkan Dana Pinjaman Rp4,7 Triliun, KRAS Akan Terkoreksi

Jumat, 16 Desember 2011 10.50 WIB

(Vibiznews – Stock) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan segera mendapatkan pinjaman sebesar Rp4,7 triliun dari sindikasii perbankan diamana terdapat 7 bank dan tiga diantaranya dari Indonesia. Pinjaman tersebut diharapkan dapat diterima pada Februari 2012 mendatang. Sedangkan untuk tenor pinjaman selama 2 tahun plus 8 tahun.

Pinjaman itu sendiri nantinya akan digunakan untuk proyek blast furnice, dimana proyek tersebut memakan dana investasi hingga US$528 juta. Tercatat hingga kuartal III-2011, laba bersih mencapai Rp1,05 triliun. Angka tersebut didorong oleh raihan pendapatan sebesar Rp12,65 triliun. Dengan perolehan tersebut, tingkat ROE menjadi 10,05% dan ROA menjadi 5,05%.

Cenderung flat dalam sebulan terahir, hari ini KRAS dibuka melemah ke level 830 (16/12). Indikator stochastic memberikan sinyal downtrend, dimana KRAS terjadi deadcross pada perdagangan kemarin. Sedangkan MACD masih konsolidasi, dimana trend mendatar dengan histogram yang tipis.

Wednesday, December 14, 2011

IDKM Bukukan Kenaikan Laba Bersih Hingga 310 Persen

Rabu, 14 Desember 2011 15.00 WIB
(Vibiznews – Stock) PT Indonsiar Karya Media Tbk (IDKM) membukukan kenaikan laba bersih kuartal III-2011 sebesar 310,95% menjadi Rp110 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan hasil pendapatan bersih sebesar Rp639 miliar, atau naik sebesar 5,33% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Namun pada pos laba kotor mengalami penurunan hingga 18,44% menjadi Rp266 miliar. Begitu juga dengan laba usaha yang terpangkas hingga 24,22% menjadi Rp116 miliar. Sedangkan hingga bulan September 2011, total aset tumbuh sebesar 15,58% menjadi Rp1,1 triliun. Total ekuitas meningkat hingga 14,20% menjadi Rp341 miliar.

Tunda Joint Venture ke 2012, KAEF Akan Melemah

Rabu, 14 Desember 2011 14:45 WIB

(Vibiznews - Stocks) Rencana PT Kimia Farma Tbk untuk melakukan investasi patungan (joint venture) dengan perusahaan China Tianjin King York Co Ltd untuk membangun pabrik obat injeksi corticosterd senilai Rp 216 miliar dan berkapasitas produksi 100 juta unit di Indonesia dan pembangunan tiga apotek di Malaysia tertunda hingga tahun 2012. Hal ini terjadi karena kesepakatan dalam porsi kepemilikan belum terselesaikan.

Tidak terselesaikannya kesepakatan terjadi karena Kimia Farma menginginkan kepemilikan lebih besar. Pihak KAEF menginginkan minimal 51% dari kepemilikan. Kontribusi awal yang dilakukan perusahaan awalnya adalah 50% atau sebesar Rp 108 miliar, namun karena menginginkan lebih, investasi tahun depan akan ditambah menjadi Rp 200 miliar.

Bergerak naik sejak seminggu yang lalu, KAEF berada pada harga Rp 290,00 setelah penutupan perdagangan sesi I hari ini (14/12). Dari sisi teknikal, KAEF berada pada masa bullishnya dan sedang menuju tahap overbought.

Siapkan Dana Capex Hingga US$160 Juta, BRAU Bergerak Sideways

Rabu, 14 Desember 2011 14.50 WIB
(Vibiznews – Stock) PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) telah membuat anggaran dana belanja modal (capex) untuk tahun 2012 mendatang sebesar US$160 juta. Rencananya belanja modal tersebut akan digunakan untuk hauling dan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan. Untuk sumber pendanaan sendiri, perseroan akan menggunakan dana dari kas internal.

Dengan dana capex yang telah dianggarkan tersebut, perseroan yakin dengan produksi yang mencapai 23 juta ton. Sedangkan harga jual rata-rata diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi US$80 dari tahun ini sebesar US$81. Sementara itu, perseroan telah berhasil mendapatkan kontrak sebesar 60% dari total produksi.

Cenderung konsolidasi dalam sepekan terahir, hari ini BRAU ditutup pada level 435 (14/12). Indikator stochastic memberikan sinyal sideway, dimana trend bergerak pada kisaran 55%. Begitu juga dengan MACD, trend bergerak flat dimana histogram positif mendatar. Sedangkan dalam trend tahunannya, BRAU bergerak bearish dimana candle stick bergerak dibawah EMA 200.

Targetkan Kenaikan Produksi, Buy on Weakness Terhadap HRUM

Rabu, 14 Desember 2011 11:30 WIB

(Vibiznews - Stocks) - Tahun depan, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menargetkan kenaikan produksi menjadi 13,5 juta ton, naik 28,5% dari proyeksi produksi pada tahun 2011 ini yang sebesar 10,5 juta ton.

Produksi HRUM hingga kuartal III 2011 adalah 5,8 juta ton, naik 61,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 3,6 juta ton. Penjualan mencapai 6,2 juta ton, naik 34,7% dibanding periode sama tahun lalu yaitu 4,6 juta ton.

Mengalami penurunan pada minggu lalu, hari ini (14/12) HRUM dibuka pada harga Rp 7100,00, turun 100 poin dari penutupan hari sebelumnya. Dari sisi teknikal saat ini HRUM berada pada trend bearishnya.

Kuasai 53,38% Penjualan Mobil Nasional, ASII Cenderung Terkoreksi

Rabu, 14 Desember 2011 11:25 WIB

(Vibiznews - Stocks) - Sampai dengan November 2011, penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) menguasai hingga 53,83% dari total penjualan nasional yakni sebanyak 438.111 unit. Namun beberapa produksi  ASII seperti Daihatsu dan Toyota mengalami penurunan penjualan.

Dengan trend yang bergerak naik sejak bulan lalu, hari ini ASII dibuka pada harga Rp 74.950,00 (14/12). Saham ini berada pada trend bullishnya, akan tetapi telah lama memasuki masa overbought, sehingga ada kemungkinan untuk terkoreksi.

Cari Pinjaman Dana USD 60 Juta, KBRI Tidak Bertenaga

Rabu, 14 Desember 2011 11:15 WIB

(Vibiznews - Stocks) - PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), dari keterangan direktur KBRI, Ito Prawiro kemarin (13/12) menyatakan bahwa perseroan tengah mencari pinjaman sebesar USD60 juta.

Untuk saat ini mereka masih melakukan negosiasi dengan bank lokal. Dana itu sendiri rencananya akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan paper machine (PM) 2. Diharapkan kucuran dana ini paling lambat akan didapatkan pada semester I-2012 mendatang. Ia menambahkan bahwa saat ini pembangunan PM 2 telah mencapai 85%-90%.

PM 2 sendiri dilansir dapat melakukan produksi hingga 15.000 ton per tahun. Padahal, produksi perseroan saat ini hanya 700–800 ton per bulan. Oleh karena itu, ia menyatakan jika tidak mendapatkan pinjaman, maka mereka akan mencoba untuk menggandeng partner strategis.

Secara teknikal, saham ini telah cukup lama bergerak sideways, yakni dari September lalu.Saham ini berada dalam trend bearish dengan support dan resistance pada Rp. 50,00- Rp. 60,00.
Pergerakan saham KBRI yang sangat stagnan ini mungkin disebabkan dari rendahnya kinerja perusahaan. Pada Q3 ini, jumlah aset perseroan turun 29,99% menjadi sebesar Rp746,26 miliar serta pendapatan usaha turun drastis sebesar 86,38% menjadi Rp7,97 miliar dari sebelumnya Rp58,52 miliar.

Tuesday, December 13, 2011

Tingkatkan Emisi Obligasi Berkelanjutan, ADMF Masih Stagnan

Selasa, 13 Desember 2011 14:40 WIB

(Vibiznews-Stocks)  PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) memperoleh permintaan obligasi yang cukup besar. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Keuangan ADMF, I Dewa Made Susila, di Jakarta, Senin kemarin (12/12). Dari perencanaan awal yang hanya 2 Trilliun, indikasi permintaan awal yang ada mencapai nilai 3 Trilliun. Oleh karena itu, perseroan akan meningkatkan jumlah emisi obligasi berkelanjutan tahap I menjadi Rp 2,55 triliun.

Obligasi ini sendiri akan diterbitkan dalam 3 seri, yakni seri A sebesar Rp 323 miliar dengan tenor 2 tahun dan kupon 7,75%, seri B sebesar Rp 665 miliar dengan tenor 3 tahun dan kupon 8% , Seri C sebesar sebesar Rp 1, 385 triliun dengan tenor 5 Tahun dan kupon 9%.

Dana ini sendiri akan digunakan untuk  mendukung pertumbuhan bisnis perseroan dalam hal pembiayaan kredit kendaraan bermotor.

Secara teknikal, saham ini masih berada pada area bearishnya dengan histogram positif yang memendek. Support dan resistancenya berada pada level Rp. 10.650,00-Rp. 11.500,00.


Jika support ini tertembus, maka level support berikutnya berada pada Rp. 9.350,00. Sedangkan, jika resistancenya yang tertembus, maka resistance berikutnya berada pada Rp. 12.150,00. Sampai penutupan sesi 1 hari ini, saham ini masih stagnan di level Rp. 1.130,00 , belum ada satupun transaksi yang terjadi.

KBLV Siapkan Dana US$60 Juta Untuk Capex

Selasa, 13 Desember 2011 11.45 WIB

(Vibiznews – Stock) PT First Media Tbk (KBLV) telah menyiapkan dana hingga US$60 juta yang diperuntukan sebagai dana belanja modal (capex) tahun 2012. Nantinya dana tersebut akan digunakan perseroan untuk memperkuat jaringan layanan internet braodband dengan target mencapai 200 ribu home pas (jangkauan kabel ke rumah).

Besarnya capex tersebut meningkat jika dibandingkan dengan dana capex tahun 2010 lalu. Sedangkan untuk dananya sendiri berasal dari kas internal perseroan, pinjaman bank maupun dari pasar modal. Tercatat hingga saat ini internet menyumbang 48% pendapatan perseroan, Tv Kabel hingga 26% dan DCS sebesar 11%.

Bunga Kredit Bank Mandiri Turun Menjadi 11,68 Persen

Selasa, 13 Desember 2011 11.25 WIB
(Vibiznews – Stock) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) baru saja menurunkan suku bunga kreditnya sebesar 50 basis poin (bps). Penurunan tersebut merespon Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 75 bps. Saat ini Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Bank Mandiri berada di level 11,68%. Tambah lagi, BMRI bersedia menurunkan kembali suku bunga kredit bila BI melakukan revisi terhadap BI Rate.

Bank Mandiri juga berencana untuk menurunkan kembali suku bunga kreditnya, namun terlebih dahulu agar melakukan kajian seperti pada cost of fund. Jika saja Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan kembali sebesar 50 bps, maka SBDK Bank Mandiri bisa mencapai 11,18%.

Bank BNI Telah Mengucurkan Kredit Rp19 Triliun ke Industri Unggulan

Selasa, 13 Desember 2011 11.08 WIB

(Vibiznews – Stock) Tercatat hingga kuartal III-2011 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah mengucurkan kredit ke industri unggulan mencapai 54,3%. Meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut didorong oleh ekspansi perseroan, dimana BBNI menyiapkan dana hingga Rp19,6 triliun dan sebesar 60,6% nya atau senilai Rp11,9 triliun mengalir ke industri unggulan.

Hingga kuartal III-2011, industri unggulan yang memiliki peningkatan tinggi terjadi pada industri pertambangan migas dan non-migas yang mencapai 43% serta kelistrikan mencapai 75% dibandingkan dengan tahun buku 2010. Namun buruknya infrastruktur membuat biaya logistik naik, akibat dari kondisi infrastruktur, topografi dan pungutan liar menambah beban hingga 14%.

Investasi 1,5 Trilliun untuk Pengembangan Jaringan,BNII Masih Cenderung Terkoreksi

Selasa, 13 Desember 2011 11:00 WIB

(Vibiznews-Stocks)   PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) telah mengalokasikan capex senilai US$ 1,5 juta di tahun ini. Dana ini digunakan untuk pengembangan jaringan elektronik untuk peningkatan teknologi informasi.

Direktur Consumer Banking BII,Stephen Liestyo, menyatakan bahwa layanan ini nantinya akan memudahkan transaksi sehingga diharapkan DPK dan pendapatan non bunga akan meningkat.

Senin kemarin ( 12/12), BNII juga baru meluncurkan fitur baru transfer online antar bank melalui layanan internet banking. Lebih lanjutnya, Laksono, Senior Vice President Electronic Banking Head BII, mengatakan pengembangan fitur baru ini membutuhkan investasi senilai US$ 20 ribu.

Secara fundamental, di Q3 2011 ini, tingkat pengembalian BNII yakni ROA dan ROEnya masing-masing adalah sebesar 0,81% dan 9,37%, jauh dibawah pesaingnya, BBRI (3,46% dan 29,25%). Disamping itu, PER BNII juga sangat tinggi yakni sebesar 32,63x berbanding BBRI 11,98x.

Sejak pertengahan September lalu hingga saat ini, BNII bergerak sideways pada kisaran support dan resistancenya di Rp. 355,00-Rp. 455,00. Jika resistance ini tertembus, maka target harga berikutnya berada di Rp. 520,00. Dari indikator ichimoku, saham ini sendiri tengah berada pada trend bearishnya.

Friday, December 9, 2011

Salurkan Kredit Program Kemitraan, BMRI Berpotensi Naik

Jumat, 09 Desember 2011 16:00 WIB

(Vibiznews – Stocks) Sampai dengan November 2011, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyalurkan kredit sebesar Rp 766,11 miliar untuk lebih dari 45 ribu mitra binaan perusahaan yang terdiri dari pengusaha kecil. Target BMRI  pada tahun ini adalah memberikan Rp 120 miliar sehingga outstanding kredit kepada mitra binaan pada akhir 2011 berada pada kisaran Rp 800 miliar.Tujuan kemitraan ini adalah membantu pengusaha kecil yang mempunyai prospek usaha bagus tetapi belum bankable. Plafon kredit yang diberikan maksimal Rp 40 juta.

Beberapa mitra binaan dari Bank Mandiri telah naik peringkat menjadi debitor mikro sehingga bisa mendapat kredit dengan plafon hingga Rp 100 juta bahkan ada yang sampai Rp 5 miliar. Hingga November 2011, total kredit BMRI telah mencapai Rp 267 triliun (bank only), naik Rp 8 triliun dibanding September 2011.

Dari indikator teknikal, baik harian maupun mingguan BMRI berada pada trend bullishnya. Pada penutupan sesi I hari ini (09/12) BMRI berada pada harga Rp6500,00. 

Anggarkan Capex Rp 495 Miliar untuk 2012, BLTA Cenderung Bergerak Sideways

Jumat, 09 Desember 2011 15:50 WIB

(Vibiznews-Stocks)   PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), dari ketengan Peter Chayson, Investor Relation BLTA menyatakan bahwa perseroan tengah mengalokasikan capex di 2012 senilai US$ 55 juta atau sekitar Rp 495 miliar. Investasi ini lebih rendah dari yang dilakukan di tahun 2011 yang mana mencapai US$ 120 juta.

Capex ini direncanakan akan digunakan unruk kebutuhan operasional perusahaan serta menambah kekurangan dana pembelian kapal. Dana investasi ini akan diperoleh dari kas internal sebanyak 30%, sedangkan sisanya akan diperoleh dari pinjaman perbankan.

Secara teknikal, dalam jangka panjang, MACD mengindikasikan bahwa baru terjadi golden cross dengan histogram positif yang memanjang. Support dan resistance untuk saham ini berada pada Rp. 170,00 – Rp. 230,00. Jika resistance ini tertembus, maka target harga selanjutnya adalah adalah Rp. 270,00. Dari stochasticnya, saham ini telah cukup lama berada pada area oversoldnya, namun tampak belum ada gairah dan tanda-tanda untuk bangkit hingga saat ini.

Sampai penutupan perdagangan sesi 1 di akhir pekan ini (09/12), saham ini bertengger di harga Rp. 189,00 , turun 2 poin (-1.05%) dari penutupan perdagangan kemarin. BLTA juga baru diperdagangkan sebanyak 107 kali dengan total volume 26159 lot dan total value Rp. 2,476 Miliar.

Bangun Pembangkit Listrik Berkapasitas 15,5 megawatt (MW), UNSP Bergerak Sideways

Jumat, 09 Desember 2011 15:45 WIB

(Vibiznews-Stocks)   PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) berencana membuat pembangkit tenaga listrik berkapasitas 15,5 megawatt (MW) di Februari 2012. Pembangkit listrik ini didirikan guna menggantikan pembangkit bermesin diesel pabrik oleokimia. Hal ini diupayakan guna memangkas biaya energy hingga 40%. Untuk investasinya sendiri, dibutuhkan dana sekitar U$ 20juta-US$ 25 juta.

Dana ini akan diperoleh baik dari internal maupun external. Bobby Gafur S. Umar, Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk telah menyatakan bahwa akan ada investor China yang ikut dalam pembangunan pembangkit listrik bersama perseroan tersebut.

Sejak pertengahan September hingga saat ini , UNSP cukup menguat namun masih berada dalam rentang support dan resistance pada level Rp. 235,00-Rp. 300,00. Dari indikator ichimoku, saham ini masih berada pada trend bearishnya.