Tuesday, December 13, 2011

Investasi 1,5 Trilliun untuk Pengembangan Jaringan,BNII Masih Cenderung Terkoreksi

Selasa, 13 Desember 2011 11:00 WIB

(Vibiznews-Stocks)   PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) telah mengalokasikan capex senilai US$ 1,5 juta di tahun ini. Dana ini digunakan untuk pengembangan jaringan elektronik untuk peningkatan teknologi informasi.

Direktur Consumer Banking BII,Stephen Liestyo, menyatakan bahwa layanan ini nantinya akan memudahkan transaksi sehingga diharapkan DPK dan pendapatan non bunga akan meningkat.

Senin kemarin ( 12/12), BNII juga baru meluncurkan fitur baru transfer online antar bank melalui layanan internet banking. Lebih lanjutnya, Laksono, Senior Vice President Electronic Banking Head BII, mengatakan pengembangan fitur baru ini membutuhkan investasi senilai US$ 20 ribu.

Secara fundamental, di Q3 2011 ini, tingkat pengembalian BNII yakni ROA dan ROEnya masing-masing adalah sebesar 0,81% dan 9,37%, jauh dibawah pesaingnya, BBRI (3,46% dan 29,25%). Disamping itu, PER BNII juga sangat tinggi yakni sebesar 32,63x berbanding BBRI 11,98x.

Sejak pertengahan September lalu hingga saat ini, BNII bergerak sideways pada kisaran support dan resistancenya di Rp. 355,00-Rp. 455,00. Jika resistance ini tertembus, maka target harga berikutnya berada di Rp. 520,00. Dari indikator ichimoku, saham ini sendiri tengah berada pada trend bearishnya.

No comments: