Direktur Consumer Banking BII,Stephen Liestyo, menyatakan bahwa layanan ini nantinya akan memudahkan transaksi sehingga diharapkan DPK dan pendapatan non bunga akan meningkat.
Senin kemarin ( 12/12), BNII juga baru meluncurkan fitur baru transfer online antar bank melalui layanan internet banking. Lebih lanjutnya, Laksono, Senior Vice President Electronic Banking Head BII, mengatakan pengembangan fitur baru ini membutuhkan investasi senilai US$ 20 ribu.
Secara fundamental, di Q3 2011 ini, tingkat pengembalian BNII yakni ROA dan ROEnya masing-masing adalah sebesar 0,81% dan 9,37%, jauh dibawah pesaingnya, BBRI (3,46% dan 29,25%). Disamping itu, PER BNII juga sangat tinggi yakni sebesar 32,63x berbanding BBRI 11,98x.
Sejak pertengahan September lalu hingga saat ini, BNII bergerak sideways pada kisaran support dan resistancenya di Rp. 355,00-Rp. 455,00. Jika resistance ini tertembus, maka target harga berikutnya berada di Rp. 520,00. Dari indikator ichimoku, saham ini sendiri tengah berada pada trend bearishnya.
No comments:
Post a Comment