Rabu, 05 Oktober 2011 11:03 WIB
PT Ciputra Property Tbk (CTRP) hingga bulan September 2011 telah mencetak pendapatan marketing sales sebesar Rp 130 miliar.
CTRP membidik marketing sales sebesar Rp 450 miliar untuk tahun 2011, kontribusi terbesar diperkirakan datang dari proyek Ciputra World I dan perkantoran Dipo Business Centre.
Dari total Rp 450 miliar, proyek Ciputra World I dan Ciputra World II diproyeksikan menyumbang marketing sales masing-masing senilai Rp 200 miliar. Sedangkan sisanya dari Dipo Business Centre.
Sedangkan untuk tahun 2012, perseroan menargetkan peningkatan marketing sales menjadi Rp 900 miliar didorong oleh marketing sales Ciputra World II.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat bahwa saham CTRP masih berada dalam tren bullish secara teknikal (jangka panjang).
Namun melihat kondisi bursa saham Indonesia yang tengah dihantam sentimen negatif isu krisis utang Eropa dan krisis ekonomi AS, maka CTRP bisa saja melanjutkan pelemahannya dan justru berbalik bearish.
Diperkirakan perlu diwaspadai support pada kisaran 345-325, karena jika ditembus, hal tersebut akan menjadi indikasi tren bearish. Namun jika CTRP berhasil kembali naik melewati resistance di kisaran 450, maka saham CTRP akan berpeluang kembali mengetes level tertingginya di kisaran 540.
Secara fundamental, kinerja keuangan CTRP masih cukup baik walaupun dinilai kurang bersinar diantara saham-saham properti lainnya. ROA untuk tahun 2011 terhitung sebesar 3,89% dan ROE sebesar 4,24%, bandingkan dengan saham-saham properti lainnya yang tengah naik daun seperti APLN, ASRI dan LPCK yang ROA dan ROE-nya rata-rata di atas 10%.
Selain itu, dilihat dari rasio PER, saham seperti APLN, ASRI, dan LPCK masih relatif lebih murah dibandingkan saham CTRP. Dengan begitu, diperkirakan saat ini banyak alternatif saham yang lebih menarik dibandingkan saham CTRP.
No comments:
Post a Comment