PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dalam perkembangannya semakin tumbuh, khususnya pada lini bisnis perhotelan. Pasalnya anak perusahaan SSIA yang beroprasi pada industry perhotelan yaitu PT Suryalaya Anindita International mendapatkan kucuran dana pinjaman sebesar US$32 juta dan Rp117 miliar dari Bank Central Asia (BCA).
Sebagai jaminan, Suralaya menjaminkan hak tanggungan atas tanah dan bangunan Gran Melia Jakarta. Selain itu Suralaya juga menggadai seluruh kepemilikan SSIA dan PT Lumbung Sumber Rejeki. Kredit dengan jangka waktu pinjaman selama 8 tahun ini akan digunakan untuk refinancing atau pelnasan utang-utang lama dan untuk membiayai renovasi hotel yang dimiliki Suralaya.
Sebagai induk perusahaan, SSIA memiliki pertumbuhan harga saham yang meningkat tajam. Selama tahun 2011 ini saja SSIA sudah tumbuh sebesar 207%, dari Rp205 pada awal tahun menjadi sekarang Rp425 per lembarnya (9/9). Sejak pertengahan Agustus kemarin, SSIA cenderung sideways. Indikator stochastic, RSI dan MACD membentuk trend minor yang mendatar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi bahwa SSIA masih akan terus menguat seiring dengan pertumbuhan perseroan serta lini-lini bisnis anak perusahaannya. Ditambah lagi fundamental keuangan SSIA yang terus meningkat seperti ROE yang naik menjadi 22,33%, ROA menjadi 9,86% dan harga saham yang masih murah dengan PER sebesar 1,93x membuat saham ini memiliki tingkat pengembalian yang tinggi. Dengan support pada level 370 dan resistance di 440 disarankan untuk buy saham SSIA.
No comments:
Post a Comment