Tuesday, September 27, 2011

Optimis Target Produksi Tercapai, INCO Belum Mampu Bangkit

Selasa, 27 September 2011 14.29 WIB


PT International Nickel Indonesia tbk (INCO) optimis akan target produksi dan penjualannya akan tercapai walaupun harga nikel turun. Perseroan memiliki target produksi sebesar 71 ribu ton pada tahun ini dari sebelumnya dia menargetkan sebesar 73 ribu ton. Penurunan target tersebut lebih dikarenakan faktor cuaca yangmenghambat jalannya produksi. Ditambah lagi perseroan akan melakukan ekspansi produk dari 73 ribu menjadi 90 ribu ton per tahun.

Setelah menyelesaikan pembangunan satu unit PLTA Karabe, pada Oktober nanti INCO akan membangun lagi satu unit PLTA Karabe agar perseroan bisa mengefisienkan biaya produksi. Pada awalnya INCO menganggarkan dana hingga US1,5 miliar untuk ekspansi hingga tahun 2016. Selain itu perseroan juga berencana akan membangun pabrik pemurnian nikel. Dana invesasi sebesar US$1,5 miliar berasal dari dana internal perusahaan.

Memiliki trend yang turun sejak awal tahun 2011, hari ini INCO tidak bergerak di level 3.000 (27/9). Indikator stochastic menggambarkan trend masih bearish dimana garis %K masih berada dibawah %D. Begitu juga dengan indikator MACD dimana pelemahan trend terus ditekan oleh histogram negatif yang memanjang. Pelemahan INCO diperburuk dengan trend major yang bearish dengan EMA 50 terus bergerak menjauh dibawah EMA 200.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi bahwa dalam jangka panjang INCO masih akan bearish dimana terdapat penguatan terhadap trend minornya. Kurangnya kinerja perseroan membuat performa keuangan hanya tumbuh tipis. Dengan support pada level 2.800 dan resistance di 3.400 disarankan untuk sell on high.

No comments: