PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan segera membangun infrastruktur jaringan serat optik bawah laut yang menghubungkan Manado-Papua-Timika pada Desember 2011. Perseroan telah menyelesaikan proposal proyek tersebut. Proposal tersebut meliputi teknik pekerjaan, panjang wilayah, dan serat optik maupun wilayah yang dilalui.
Pembangunan jaringan ini menurut perhitungan sepanjang 8.254 km yang termasuk dalam Ring Kepulauan Maluku dan Papua. Perseroan menargetkan pembangunan jaringan kabel serat optik tersebut akan selesar pada ahir 2013. Dengan total belanja modal hinga Rp21,79 triliun, perseroan meningkatkan kapasitas dam jangkauan serat optik Papua-Maluku menjadi 129 Gbps di tahun 2015.
Naik 100 poin (10.31 wakt JATS), TLKM ditransaksikan pada harga Rp7.350 per lembarnya (28/9). Indikator stochastic memberikan sinyal rebound setelah beberapa minggu mengalami pelemahan hingga area oversoldnya. Sedangkan pada indikator MACD garis MACD belum memotong garis sinyalnya (golden cross) namun penguatan didorong oleh histogram yang memanjang.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa TLKM cenderung menguat pada trend minornya, namun pada trend major diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecendrungan flat. Jika TLKM berhasil menembus resitancenya di level 7.490 yang merupakan batas fibonacci 61,80% maka kemungkinan penguatan TLKM akan kuat. Namun denga batas bawah di level 7.100 disarankan untuk buy on high.
No comments:
Post a Comment