PT barito Pacific Tbk (BRPT) telah menyiapkan dana sebesar US$50 juta yang dipergunakan untuk ekspansi bisnis di industri pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Dana investasi tersebut akan diperoleh dari hasil penjualan 7,13% saham BRPT kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Perseroan sendiri menerima pendapatan hasil penjualan saham sebesar Rp893,31 miliar atau setara dengan US$100 juta.
Hingga paruh pertama tahun 2011, BRPT memiliki aset sebesar Rp16,28 triliun dengan total equity sbesar Rp7,73 triliun. Sedangkan pada laba bersih, pada semester pertama 2011 meningkat darstis menjadi Rp226,4 miliar dari periode yang sama tahun lalu hanya Rp24,9 miliar. Kenaikan laba bersih mendorong tingkat ROE naik menjadi 2,97% dan ROA menjadi 1,39%.
Sepanjang tahun ini, BRPT cenderung bergerak flat dengan volatilitas tinggi di kisaran 790 – 1190. Turun 10 poin dari pembukaan, hari ini BRPT ditransaksikan pada level 860 (30/9). Indikator stochstic memberikan sinyal bullish namun belum terlalu kuat. Begitu juga dengan MACD yang melemah setelah sempat menguat pada seminggu yang lalu. Namun secara jangka panjang, BRPT memiliki trend bearish dimana EMA 50 masih berada dibawah EMA 200.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam jangka panjang BRPT masih akan melemah mengikuti trend majornya. Penguatan dalam beberapa hari kedepan merupakan sebuah koreksi dari trend bearishnya. Dengan support pada level 740 dan resistance di 905 disarankan untuk sell on high.
No comments:
Post a Comment