Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, memastikan peritel raksasa asal Jerman Metro Group akan berinvestasi Indonesia melalui bisnis swalayan grosir METRO Cash & Carry.
"Metro sudah confirm akan investasi di retail," kata Kepala BKPM, Minggu (11/9/2011)
Gita Wirjawan saat ini tengah mengundang investor Jerman untuk meningkatkan nilai investasinya di Indonesia. Kedatangan Gita untuk menghadiri acara 'Indonesian Business Day' yang diadakan di KBRI Jerman, dalam rangka meningkatkan kerjasama internasional di sektor pangan, kesehatan, dan alat berat.
Total investasi Jerman di Tanah Air pada periode 2000-2010 mencapai US$ 856,2 juta. Total proyek yang terealisasi sebanyak 224 proyek dan menempati peringkat ke-15 negara-negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.
"Kita sedang follow up dengan beberapa perusahaan yang minat di sektor bio-mass, geothermal dan otomotif," jelas Gita
Rencananya Metro Cash & Carry akan membangun pusat gosir di Jakarta. Anak usaha grup Metro ini mencari lahan seluas 18 ribu-19 ribu m2.
Metro Grup memang pernah menyatakan akan berinvestasi 200-300 juta Euro di Indonesia dengan mendirikan 20 pusat grosir sebagai tahap awal. Lewat pengembangan lebih dari 20 pusat grosir di Indonesia dalam jangka waktu menengah, Metro menargetkan mampu menciptakan lebih dari 4.000 lapangan pekerjaan.
Metro Group adalah salah satu perusahaan ritel terbesar dan berskala internasional. Pada 2010, grup ini meraih penjualan sekitar 67 miliar Euro. Perusahaan ini memiliki 290.000 karyawan tetap dan mengoperasikan lebih dari 2.100 toko di 33 negara.
Metro Group saat ini tengah mengurus perizinan dan semua persyaratan untuk membuka gerai pertamanya di Indonesia. Menurut CEO Metro Group Eckhard Cordes, pihaknya berharap bisa membuka toko pertamanya di Indonesia pada 2012. Indonesia akan menjadi negara ke-34 yang dihadiri Metro Group dan menjadi anggota ke-31 dalam portofolio internasional METRO Cash & Carry.
No comments:
Post a Comment