| Jumat, 26 Agustus 2011 13:43 WIB |
PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan pertambangan batu bara, telah memiliki saham kepemilikan hingga 99% di 6 perusahaan yang diakuisisi dari 9 perusahaan yang menjadi target akuisisi. Hal ini dikutip dari keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis kemarin(25/8/2011). Kepemilikan tersebut didapatkan setelah BYAN dan keenam perusahaan pemilik kuasa pertambangan atau ijin usaha pertambangan di Kaltim melakukan perjanjian jual beli pada 24 Agustus 2011. Keenam perusahaan ittu adalah PT Tiwa Abadi (TA), PT Dermaga Energi (DE), PT Orkida Makmur (OM), PT Silau Kencana (SK), PT Sumber Api (SA) dan PT Tanur Jaya (TJ). Dengan kesepakatan itu maka dilakukan pengailan aset seperti bangunan, tanah dan fasilitas penunjuang lainnya oleh perseroan dan anak usaha yaitu PT Bayan Energy dan PT Sumber Aset Utama selaku pembeli dengan PT Ilthabi Bara Utama, Prime Mine Resources Limited dan Romo Nitiyudo Achjo selaku penjual. Sedangkan pengambilalihan 3 perusahaan lagi paling lambat akan dilakukan dalam jangka waktu 12 bulan. Ketiga perusahaan itu adlah PT Cahaya Alam, PT Bara Sejati dan PT Apira Utama. Pada RUPSLB perseroan 7 Juni 2011 lalu, perusahaan telah membidik 9 perusahaan yang memiliki kuasa pertambangan di Kalimantan Timur. BYAN sendiri secara fundamental, sampai semester 1 2011 ini memiliki kinerja yang cukup memuaskan. BYAN telah membukukan laba bersih pada Quarter 2 2011 sebesar 971,9 miliar, naik sebesar 474,41% dari periode tahun sebelumnya yang hanya 161,1 miliar. Jika dibandingkan head to head dengan perusahaan di industry sejenis, ROA dan ROE BYAN masih tergelong cukup baik, dimana masing-masing adalah sebesar 10.49% dan 26.01% berbanding ROA dan ROE ADRO yang masing-masing sebesar 5.37%, 12.01%. Sayangnya, PER BYAN jauh lebih tinggi dari pesaingnya yakni 78,42x berbanding ADRO yang hanya 32.97x. Dari analisa teknikal, indikator stochastic menunjukkan bahwa BYAN telah memasuki masa bullishnya, namun dapat dilihat pula bahwa saham ini sudah berada di daerah oversoldnya, sehingga dengan membaiknya bursa-bursa regional, BYAN akan mampu untuk rebound kembali. Support dan resistancenya berada di kisaran Rp. 21.450,00- Rp. 22.450,00. Walaupun kinerja nya yang meningkat serta adanya kabar akuisis ini, analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan pergerakan BYAN akan terhambat dan relatif flat untuk hari ini dikarenakan pelaku pasar yang masih menunggu kepastian dari Fed, serta adanya libur lebaran mulai senin hingga jumat esok yang membuat pelaku pasar masih belum berani mengambil risiko. Namun, untuk investor yang melakukan investasi jangka panjang, BYAN cukup menjanjikan, dan direkomendasikan untuk melakukan buy on weakness di daerah supportnya. |
Friday, August 26, 2011
Selesaikan Akuisisi 6 Perusahaan, BYAN Potensi Rebound
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment