PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah mengakuisisi PT BRI ingin Remittance, perusahaan penyedia jasa pengiriman uang yang berpusat di Hong Kong. Nilai akuisisi ini mencapai Rp3 miliar dimana sebelumnya PT BRI ingin Remittance dimiliki oleh dana pensiun BRI yang tidak terkonsolidasi dengan BRI.
Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Achmad Baiquini menjelaskan bahwa Remittance terbesar berasal dari Malaysia, kemudian Timur Tengah dan Hong Kong. Total Remittance itu sendiri telah mencapai US$7,5 miliar, naik 23% dari bulan Juli tahun 2010. Terkait denganremittance ini, BRI belum berencana untuk membuka di luar negeri.
Pada perdagangan hari ini BRI ditransaksikan pada harga Rp6.500 per lembarnya (25/8). Indikator stochastic memberikan sinyal bullish setelah garis %K memotong garis %D dari bawah (golden cross). Pada indikator MACD, trend bearish terdorong naik oleh histogram negatif yang memendek. Sedangkan pada boilinger band, trend bergerak dari lower band menuju centre line.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa BBRI akan menguat dengan target harga 7.250. Dengan support pada level 6.200 dan resistance di level 6.680, disarankan untuk wait and see hingga level reisistance dapat ditembus.
No comments:
Post a Comment