Kenaikan Laba bersih tersebut akan ditopang dari pertumbuhan penjualan serta upaya efisiensi bahan baku yang akan dilakukan. Efisiensi bahan baku dilakukan dengan mencari supplier sehingga harga yang didapatkan bisa lebih kompetitif. Penjualan sendiri ditargetkan minimal 1,5 triliun, naik sekitar 50% dari proyeksi tahun ini.
Pihaknya juga menambahkan lebih lanjut bahwa pertumbuhan ini menggunakan asumsi bahwa tidak ada situasi yang mengganggu industri farmasi serta kurs yang stabil.
Sejak awal Oktober 2011, saham ini telah reli dari Rp.69,00 sampai pembukaan hari ini (08/12) di Rp.136,00. Indikator ADX juga memberikan indikasi bahwa saham ini sedang berada pada trend bullishnya dengan intensitas yang kuat. Support dan resistancenya sendiri berada pada Rp.126,00-RP. 142,00.
No comments:
Post a Comment