Dana yang baru digunakan Rp 60 miliar untuk modal kerja. Sementara belanja modal untuk penambahan saham di anak usaha, PT Sinkona Indonesia Lestari, ditargetkan terserap pada akhir November 2011 sebesar Rp 20 miliar.
Dua rencana investasi yang tertunda terjadi karena adanya kendala kesepakatan investasi yang belum selesai dibicarakan. Perseroan akan melakukan ekspansi ke Malaysia melalui pembentukan joint venture dengan perusahaan importir obat asal Malaysia, yakni Averroes Pharmaceuticals Sdn Bhd Serta kerja sama patungan dengan perusahaan asal China, Tianjin King York Co Ltd, untuk membangun pabrik obat injeksi corticosteroid dan hospital solution di Indonesia.
Kimia Farma lebih fokus pada pengembangan bisnis farmasi secara spesifik, bukannya bisnis barang konsumsi, sehingga realisasi belanja modal lebih rendah dibanding perusahaan farmasi lain. Selain mengandalkan kas internal untuk membiayai belanja modal, perusahaan juga dapat mengoptimalkan pinjaman eksternal. Namun, kinerjanya masih lebih rendah dari pesaingnya, KLBF, dilihat dari tingkat ROA dan ROE yaitu (13,04% dan 8,71%) dibanding (22,4% dan 18,9%).
Mengalami sedikit pelemahan dari minggu lalu, KAEF turun melewati supportnya dan dibuka pada harga Rp 275 hari ini (25/11). Secara harian maupun mingguan, KAEF masih berada dalam tren bullish. Koreksi yang terjadi beberapa minggu terakhir membuat KAEF berada dalam kondisi oversold saat ini.
No comments:
Post a Comment