Thursday, November 24, 2011

Revisi Belanja Modal 2011, KAEF Sulit Untuk Menembus Resistance

Jumat, 25 November 2011 11:30 WIB


(Vibiznews-Stocks)   Emiten farmasi milik negara,PT Kimia Farma Tbk (KAEF),  merevisi belanja modal tahun ini menjadi Rp 80 miliar. Jumlah ini, lebih rendah dari yang dianggarkan sebelumnya, yaitu Rp 150 miliar karena adanya beberapa rencana investasi yang belum terealisasi. Ada tiga investasi yang rencananya akan dilakukan tahun ini, yaitu membentuk joint venture dengan perusahaan Cina, pembangunan tiga apotek di Malaysia, dan penambahan saham di anak usaha.

Dana yang baru digunakan Rp 60 miliar untuk modal kerja. Sementara belanja modal untuk penambahan saham di anak usaha, PT Sinkona Indonesia Lestari, ditargetkan terserap pada akhir November 2011 sebesar Rp 20 miliar.

Dua rencana investasi yang tertunda terjadi karena adanya kendala kesepakatan investasi yang belum selesai dibicarakan. Perseroan akan melakukan ekspansi ke Malaysia melalui pembentukan joint venture dengan perusahaan importir obat asal Malaysia, yakni Averroes Pharmaceuticals Sdn Bhd Serta kerja sama patungan dengan perusahaan asal China, Tianjin King York Co Ltd, untuk membangun pabrik obat injeksi corticosteroid dan hospital solution di Indonesia.

Kimia Farma lebih fokus pada pengembangan bisnis farmasi secara spesifik, bukannya bisnis barang konsumsi, sehingga realisasi belanja modal lebih rendah dibanding perusahaan farmasi lain. Selain mengandalkan kas internal untuk membiayai belanja modal, perusahaan juga dapat mengoptimalkan pinjaman eksternal. Namun, kinerjanya masih lebih rendah dari pesaingnya, KLBF, dilihat dari tingkat ROA dan ROE  yaitu (13,04% dan  8,71%)  dibanding (22,4% dan 18,9%).

Mengalami sedikit pelemahan dari minggu lalu, KAEF turun melewati supportnya dan dibuka pada harga Rp 275 hari ini (25/11). Secara harian maupun mingguan, KAEF masih berada dalam tren bullish. Koreksi yang terjadi beberapa minggu terakhir membuat KAEF berada dalam kondisi oversold saat ini.

No comments: