"Selamat bagi PT Visi Media. Asia Tbk dengan kode saham VIVA yang kini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten yang ke-20 pada tahun ini. Dan dengan ini kita harapkan bersama supaya Bursa Efek Indonesia mampu menjadi bursa terbesar di Asean," ujar Ito Warsito, Direkrur Utama BEI dalam sambutan pembukaannya di Jakarta pada hari Senin, (21/11).
Didirikan sejak tahun 2007, VIVA memulai kegiatan usahanya dengan mengoperasikan tvOne, ANTV, dan VIVAnews. Saat ini, VIVA didukung oleh lebih dari 2500 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Jumlah efek dicatatkan sebesar 15.464.280.000 saham dengan nilai nominal saham Rp 100. Sementara penjamin pelaksana saham adalah PT Ciptadana Securities dan PT Danareksa Makmur.
Jumlah saham yang dilepas sebanyak 1.67 triliun lembar saham. Transaksi telah berlangsung pada pukul 09.30 WIB pada harga Rp 300 dengan harga transaksi tertinggi Rp 450 dan harga terendah Rp 400. Untuk jumlah transaksi sebanyak 32 kali. Sedangkan volume saham PT Visi Media Asia Tbk sebesar 7298 lot dan nilai transaksi Rp 1,5 miliar.
Dengan demikian saham VIVA mengalami kenaikan 40% atau Rp 150 dari harga perdana. VIVA telah memulai proses ini dengan mensinergikan dua perusahaan televisi FTA yang dimilikinya yaitu ANTV dan tvOne dengan portal berita terkemuka online yang dimilikinya, yakni VIVAnews.
"Ini adalah momentum penting dalam perjalanan perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi kami sebagai perusahaan media terpadu yang berperan aktif di dalam transformasi industri media di Indonesia. Kami optimis bahwa dengan pencatatan saham perdana ini, ke depannya VIVA dapat memberikan nilai lebih kepada para investor, para pemangku kepentingan, dan masyarakat pada umumnya. Sebagai perusahaan publik, VIVA berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance," ungkap Erick Thohir, Presiden Direktur VIVA di Jakarta.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment