Walaupun demikian, penjualan bersih GPRA masih meningkat yakni menjadi Rp 230,29 miliar, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 228,77 miliar. Beban pokok perseroan juga menurun menjadi Rp 100,03 miliar, dibanding kuartal III-2010 sebesar Rp 118,79 miliar. Aset perseroan sendiri juga tercatat sebesar Rp 1,27 triliun, meningkat dibanding periode akhir Desember 2010 senilai Rp 1,84 triliun.
Sejak pertengahan Februari hingga saat ini, saham ini hampir sebagian besar bergerak sideway dalam kisaran support resistancenya di Rp. 107,00 - Rp. 125,00. Dalam rentang waktu tersebut, terdapat lonjakan yang cukup signifikan pada awal Agustus hingga mencapai level tertingginya di Rp. 177,00, namun akhirnya kembali turun hingga ke level awalnya. Target harganya sendiri jika GPRA berhasil menembus resistancenya adalah pada level Rp. 134,00
Secara umum, GPRA masih berada pada masa bearishnya dengan stochastic yang menunjukkan bahwa saham ini telah menuju daerah oversoldnya.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment