Sunday, November 27, 2011

Laba Merosot 23.34%, Wait and See for GPRA

Senin, 28 November 2011 11:00 WIB


(Vibiznews-Stocks)    PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) pada Q3 2011 ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 24,89 miliar atau merosot 22,345% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang mana sebesar Rp 32,05 miliar. Direktur Utama GPRA, Rudy Margono,Jumat ( 25/11) menyatakan bahwa turunnya laba bersih perseroan disebabkan oleh meningkatnya beban usaha sebesar 30,69 persen menjadi Rp 81,84 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 62,62 miliar.

Walaupun demikian, penjualan bersih GPRA masih meningkat yakni menjadi Rp 230,29 miliar, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 228,77 miliar. Beban pokok perseroan juga menurun menjadi Rp 100,03 miliar, dibanding kuartal III-2010 sebesar Rp 118,79 miliar. Aset perseroan sendiri juga tercatat sebesar Rp 1,27 triliun, meningkat dibanding periode akhir Desember 2010 senilai Rp 1,84 triliun.

Sejak pertengahan Februari hingga saat ini, saham ini hampir sebagian besar bergerak sideway dalam kisaran support resistancenya di Rp. 107,00 - Rp. 125,00. Dalam rentang waktu tersebut, terdapat lonjakan yang cukup signifikan pada awal Agustus hingga mencapai level tertingginya di Rp. 177,00, namun akhirnya kembali turun hingga  ke level awalnya.  Target harganya sendiri jika GPRA berhasil menembus resistancenya adalah pada level Rp. 134,00

Secara umum, GPRA masih berada pada masa bearishnya dengan stochastic yang menunjukkan bahwa saham ini telah menuju daerah oversoldnya.

Lihat Analisis Vibiz Research

No comments: