Penjualan batubara ke tiga negara tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terutama terdiri dari pembangkit listrik, pabrik, kertas, industri semen, dan perusahaan perdagangan batubara yang melakukan pembelian batubara untuk dijual kembali. Penjualan ekspor pada tahun 2010 sendiri tercatat mendominasi sebesar 64% dari total penjualan Perseroan.
"Pasar India dan Cina merupakan pasar terbesar. Dengan perincian 60-70% ke India dan Cina sementara domestik 30%. Kita akan membangun struktur. Dana yang IPO akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dan untuk 1 pelabuhan saja berkisar 5-16 juta ton. Infrastruktur ini penting untuk mendukung batubara," ujar L. Krisnan Cahya, Presdir Golden Energy Mines di Jakarta pada hari Kamis, (17/11).
Saat ini Golden Energy Mines memfokuskan diri untuk operasional dibandingkan sektor saham. Dimana kebutuhan dana selama 2-3 tahun ke depan tercukupi dan bisa digunakan untuk fungsi operasional pada umumnya.
"Ke depannya kita akan fokus pada operation bukan kepada sahamnya. Porsi ekspor ke India 30% tetapi di Cina dan domestik juga banyak permintaan. Dengan demikian masing-masing akan berkisar 30%. Maka dari itu kita akan upayakan tetap ada keseimbangan," tegas L. Krisnan Cahya menutup pembicaraan di BEI usai pencatatan saham perdana Perseroan Golden Energy Mines hari Kamis, (17/11).
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment