Sancoyo Antarikso, Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia menyatakan bahwa penambahan kapasitas akan dilakukan untuk pabrik produk perawatan kulit, pabrik sabun Dove, serta pabrik es krim Wall’s.. Pendanaannya sendiri diambildari alokasi dana belanja modal perusahaan sebesar Rp 1,4 triliun untuk peningkatan kapasitas produksi hingga 2012. A lokasi dana tersebut merupakan bagian dari rencana alokasi belanja modal Unilever Indonesia periode 2010-2012 sebesar 300 juta euro - 350 juta euro.
Penambahan kapasitas pabrik produk perawatan kulit , yaitu Rexona dan Ace dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, antara lain ke Filipina, Jepang, dan Malaysia.
Sedangkan untuk sabun Dove diperkirakan setelah ekspansi 20%nya akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik dan 80% untuk ekspor, dengan kapasitas produksi mencapai 28 ribu ton per tahun. Sedangkan pabrik es krim Wall’s yang berlokasi di Cikarang akan akan diekspansi hingga menjadi pabrik es krim terbesar di Asia dengan kapasitas produksi 100 juta liter per tahun.
Secara teknikal, saham ini berada pada area bullishnya dengan support dan resistance pada level Rp. 16850,00 - Rp. 17.700,00. Jika level resistance ini tertembus, maka target harga selanjutnya adalah pada Rp. 18.550,00.
Dengan kondisi yang sudah overbought, Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa saham ini akan cenderung terkoreksi dalam beberapa hari kedepan. Namun, dengan kinerja yang baik dan prospek yang menjanjikan kedepannya, disarankan bagi para investor untuk wait and see terlebih dahulu dan melakukan buy on weakness terhadap saham ini.
No comments:
Post a Comment