Pinjaman ini disetujui oleh perusahaan karena mereka menganggap hal ini akan lebih menguntungkan dibandingkan jikaperseroan harus menyimpan dana kasnya di bank dengan rate deposito bank. Selama 1 tahun belakangan ini, saham ini sempat menyentuh level terendahnya di Rp. 19.350,00 pada awal Oktober. Untungnya, saham ini cepat rebound kembali dan menguat secara reli hingga mencapai level Rp. 26.600,00 di minggu lalu. Namun, untuk minggu ini saham ini kembali melemah dan sampai perdagangan kemarin hanya bertengger di level Rp. 25.000,00 atau naik 250 poin pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Secara teknikal, saham ini masih berada pada trend bullishnya dalam trend jangka panjang. Namun, untuk jangka waktu yang cukup pendek, indicator MACD menunjukkan bahwa UNTR telah memasuki masa bearishnya ditambah lagi dengan adanya histogram negative yang memanjang.
No comments:
Post a Comment