Tercatat dalam laporan keuangan pada semester pertama 2011, aset perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 6,94% menjadi Rp12,62 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun total ekuitas turun sebesar 0,3% menjadi Rp5,04 triliun. Sedangkan pada laba bersih, BTEL mengalami defisit hingga Rp179,6 miliar dibandingkan tahun lalu bisa profit sebesar Rp2 miliar. Dengan penurunan kinerja tersebut maka tingkat ROE dan ROA menjadi minus.
Memiliki trend bearish sejak pertengahan tahun lalu, saat ini BTEL ditransaksikan pada level 280 (2/11). Indikator stochastic memberikan sinyal bearish setelah kemarin mengalami koreksi yang cukup dalam. Sedangkan indikator MACD, uptrend mulai tertaha oleh histogram positif yang memendek. Dalam jangka panjang trend rentan terhadap death cross, dimana EMA 50 berpotensi memotong EMA 200 dari atas.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment