Wednesday, October 12, 2011

Siap Operasikan EDC, BJBR Mencoba Tes Level Resistance

Kamis, 13 Oktober 2011 10.56 WIB


PT Bank Pembangunan Jawa Barat Tbk (BJBR) berencana untuk mengoperasiakan 1.500 – 3.000 mesin pemindai data elektronik (EDC) yang digunakan sebagai ATM mini guna mendongkrak pendapatan nonbunga. Dengan pengooperasian tersebut, perseroan menargetkan pendapatan nonbunga atau fee based income naik menjadi 20% dari total pendapatan.

Nantinya mesin pemindai data elektronik akan bersifat mobile dimana petugas bank akan berkeliling untuk melayani transaksi nasabah seperti pembayaran angsuran kredit dan rekening listrik. Perseroan rencananya akan bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai operator alat tersebut.

 Menurut data laporan keuangan semester pertama 2011, aset perseroan tumbuh sebesar 22,58% dibandingkat periode yang sama tahun lalu menjadi Rp49,33 triliun. Begitu juga dengan total ekuitas yang meningkat sebesar 56,56% menjadi Rp4,96 triliun. Namun pada laba bersih enam bulan pertama 2011 mengalami penurunan dari Rp545,6 miliar menjadi Rp544 miliar. Penurunan laba bersih tersebut membuat tingkat ROE turun menjadi 10,96% dan ROA menjadi 1,1% di bulan Juni lalu.

Sepanjang tahun ini trend BJBR mengalami penurunan, hingga saat ini BJBR berada pada level 970 (13/10). Indikator stochastic memberikan sinyal bullish yang cukup kuat setelah dua hari ini mengalami pelonjakan tajam. Begitu juga indikator MACD memberikan sinyal rebound terdorong oleh histogram positif yang mulai memanjang. Sedangkan dalam trend jangka panjang, BJBR berada pada kondisi bearish dimana EMA 50 terus bergerak dibawah EMA 200.

 Lihat Analisis Vibiz Research

No comments: