Nantinya mesin pemindai data elektronik akan bersifat mobile dimana petugas bank akan berkeliling untuk melayani transaksi nasabah seperti pembayaran angsuran kredit dan rekening listrik. Perseroan rencananya akan bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai operator alat tersebut.
Menurut data laporan keuangan semester pertama 2011, aset perseroan tumbuh sebesar 22,58% dibandingkat periode yang sama tahun lalu menjadi Rp49,33 triliun. Begitu juga dengan total ekuitas yang meningkat sebesar 56,56% menjadi Rp4,96 triliun. Namun pada laba bersih enam bulan pertama 2011 mengalami penurunan dari Rp545,6 miliar menjadi Rp544 miliar. Penurunan laba bersih tersebut membuat tingkat ROE turun menjadi 10,96% dan ROA menjadi 1,1% di bulan Juni lalu.
Sepanjang tahun ini trend BJBR mengalami penurunan, hingga saat ini BJBR berada pada level 970 (13/10). Indikator stochastic memberikan sinyal bullish yang cukup kuat setelah dua hari ini mengalami pelonjakan tajam. Begitu juga indikator MACD memberikan sinyal rebound terdorong oleh histogram positif yang mulai memanjang. Sedangkan dalam trend jangka panjang, BJBR berada pada kondisi bearish dimana EMA 50 terus bergerak dibawah EMA 200.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment