Peningkatan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih, pendapatan non bunga, biaya overhead dan pajak. Pendapatan bunga bersih BTN mencapai Rp 2,65 triliun, naik Rp 200,3 miliar dari periode sebelumnya Rp 2,45 triliun.
Kredit perseroan meningkat 20,24% dari Rp 49,32 triliun di September 2010 menjadi Rp 59,31 triliun di September 2011. Sedangkan total aset bank plat merah ini hingga akhir September mencapai Rp 76,048 triliun, naik 19.45% dari periode sebelumnya Rp 63,66 triliun.
Pendanaan perseroan di triwulan III-2011 tercatat Rp 52,83 triliun, naik dari sebelumnya Rp 43,03 triliun. Rasio Kecukupan Modal (CAR) masih nyaman pada level 15,44%.
Untuk Net Performing Loan (NPL) net sampai 30 September tercatat 3,46% turun tipis dari periode yang sama tahun lalu 3.47%. Return on Asset (ROA) dan Return of Equity (ROE) masing-masin berada di level 1,77% dan 15,03%.
Khusus Net Interest Margin (NIM) di posisi 5,49% turun dari tahun lalu 6%. Dan Loan to Deposit Ratio (LDR) serta Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di angka 112,27% dan 85,05%.
Terakhir, Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) sampai 30 September, di kredit korporasi 11,09%, kredit ritel 11,21%. Sedangkan KPR di kisaran 11,69% dan kredit konsumsi non KPR 11,98%.
Mengalami penguatan sepanjang satu bulan terahir, hari ini BBTN berada pada level 1.470 (25/10). Indikator stochastic menggambarkan trend cenderung flat dalam satu minggu terahir. Sedangkan pada indikator MACD, uptrend tertahan oleh histogram yang memendek. Begitu juga dengan jangpa panjang yang masih bearish dimana EMA 50 bergerak dibawah EMA 200.
Lihat Analisis Vibiz Research
No comments:
Post a Comment