PT Indosat Tbk (ISAT) meraih peringkat 'AA+' dari Pefindo, begitu juga dengan obligasi II tahun 2001, obligasi V tahun 2007, obligasi VI tahun 2008, dan obligasi VII 2009 serta peringkat 'AA+sy' untuk sukuk ijarah.
"Prospek atas peringkat tersebut adalah stabil," ujar analis Pefindo Niken Indriarsih di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, peringkat ini mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama, posisi pasar perusahaan yang sangat kuat dan membaiknya kinerja operasional.
Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan perusahaan yang agresif dan ketatnya persaingan dalam industri telekomunikasi.
Indosat merupakan salah satu penyedia layanan telekomunikasi dan informasi yang terkemuka di Indonesia, mencakup layanan bisnis seluler, multimedia, internet dan komunikasi data, serta jaringan telepon tetap.
Per 30 Juni 2011, saham ISAT dimiliki oleh Qatar Telecom Pte Ltd sebesar 65 persen, pemerintah Indonesia 14,3 persen, SKAGEN Funds 5,6 persen, serta publik 15,1 persen.
Tahun depan, perusahaan telekomunikasi ini akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sama dengan tahun lalu sekitar Rp650 miliar.
"Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan dan data yang ada di seluruh daerah," ujarnya.
Pengembangan jaringan ini, kata Niken, terus dilakukan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan sebagian kawasan Timur Indonesia.
Indosat juga tetap fokus pada pelanggan demi tetap mempertahankan posisinya di peringkat kedua tahun ini. Hingga akhir tahun lalu, perseroan memeroleh 44,3 juta pelanggan atau naik 34,4 persen dibanding dengan 2009.
No comments:
Post a Comment