PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) telah memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar US$100 juta atau sekitar US$0,01 per saham (2,9% yield). Dividen akan dibayarkan dalam rupiah dengan nilai setara pada pemegang saham Indonesia dan dolar pada pemegang saham asing. Pembagian dividen saham tersebut merupakan rencana perseroan untuk meningkatkan produksi nikel menjadi 120.000 ton.
Melihat kinerja keuangan INCO sepanjang semester pertama tahun 2011, aset perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 5,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp20.61 triliun. Total ekuitas perseroan juga meningkat sebesar 1,09% menjadi Rp15,24 triliun. Begitu juga dengan laba perseroan, naik 3,01% menjadi Rp2,05 triliun. Namun pertumbuhan laba bersih tersebut belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan aset dan ekuitas, sehingga tingkat ROE turun menjadi 25,17% dan ROA menjadi 19,87%.
Mengalami penguatan pada duma minggu terahir, hari ini INCO berada pada level 3.200 (17/10). Indikator stochastic memberikan sinyal bullish dimana %K masih bergerak diatas %D. Sedangkan penguatan trend pada indikator MACD tertahan oleh histogram positif yang stagnan. Sedangkan pada trend tahunannya, INCO berada pada kondisi bearish dimana EMA 50 terus menjauh dibawah EMA 200.
Lihat Analisis Vibiz Research.
No comments:
Post a Comment