Wednesday, September 14, 2011

Saham Industri Perbankan di BEI Didominasi Aksi Lepas Saham


Rabu, 14 September 2011 13:41 WIB

Saham industri perbankan di Bursa Efek Indonesia, Rabu siang didominasi aksi lepas saham, karena pelaku pasar khususnya asing khawatir dengan krisis ekonomi global yang masih belum menunjukkan kepastian.

Analis PT First Asia Capital, Ifan Kurniawan di Jakarta, Rabu mengatakan, pelaku pasar asing cenderung melepas saham perbankan yang akan ditukarkan dengan dolar AS karena mata uang asing itu dinilai lebih aman ketimbang mata uang utama lainnya.

Akibatnya dolar AS menguat terhadap mata uang regional, meski Amerika Serikat sendiri menginginkan mata uangnya itu melemah.

Kenaikan dolar AS itu menunjukkan adanya sentimen pasar akibat kekhawatiran krisis ekonomi global, katanya.

Ifan mengatakan, saham Bank Mandiri misalnya terjual sebanyak 35,18 juta unit dengan nilai Rp233,76 miliar pada kurs turun Rp250 menjadi Rp6.600, kemudian saham Bank BRI berpindahtangan sebanyak 35,79 juta lembar senilai Rp223,90 miliar pada kurs akhir Rp6.300 atau turun Rp100.

Selain itu, saham Bank BCA berhasil dipindahtangankan sebanyak 4,49 juta unit senilai Rp35,81 miliar pada kurs akhir Rp7.900 atau turun Rp200. Aksi lepas saham itu mengakibatkan pasar negatif sehingga indeks BEI makin merosot menjauhi level 4.000 poin.

"Kami optimis indeks akan makin jauh dari posisi pskologis 4.000," ujarnya.

Meski saham-saham itu terkoreksi, namun peluang indeks untuk kembali menguat masih cukup besar. Penarikan dana oleh pelaku asing hanya sementara, karena pasar Eropa dan Amerika Serikat saat ini sedang kekeringan dolar, katanya.

Pelaku asing, menurut dia akan kembali memasuki pasar domestik melakukan aksi beli karena potensi pasar domestik itu masih menarik.

Karena itu peluang pelaku pasar asing untuk masuk ke pasar masih cukup besar, ujarnya.

No comments: