| Selasa, 13 September 2011 10.02 WIB |
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dalam jangka panjang sedang merencanakan diversivikasi pada bisnisnya dimana perseroan akan masuk kedalam industry gula. Dengan rencana tersebut AALI sedang menargetkan untuk melakukan akuisisi lahan di wilayah timur Indonesia khususnya Papua. Selain itu pada ahir tahun ini AALI akan mengoperasikan dua pabrik kelapa sawit baru di Sulawesi dan Kalimantan. Pembangunan tersebut tercatat memakan biaya hingga Rp1,5 triliun. Jadi sampai saat ini pabrik yang dimiliki AALI sebanyak 26 termasuk pabrik yang akan dibangun pada awal tahun 2012. Dengan total aset sebesar Rp9,7 triliun yang terdiri dari equity sebesar Rp8,35 triliun, AALI mampu mencetak laba bersih sebesar Rp1,27 triliun pada semester pertama tahun 2011. Dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 99,5% dari periode yang sama tahun 2010, AALI mampu memberikan tingkat ROE sebesar 30,4% dan ROA 26,2% (YoY). Jika dilihat dari harga sahamnya, dengan PER sebesar 13,76x AALI memiliki harga cukup mahal dibanding saham sejenis. Menguat 750 poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin, hari ini AALI berada pada level 22.200 (13/9). Indikator stochastic memberikan sinyal trend yang bearish dimana %K berada dibawah %D meninggalkan area overbought-nya. Sedangkan indikator MACD memberikan sinyal bullish dimana MACD-line menguat didorong oleh histogram positif yang memanjang. Sedangkan dalam jangka panjang EMA 50 masih berada dibawah EMA 200 yang berarti trend major masih bearish. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi bahwa penurunan pada indikator teknikal dapat ditahan dengan performa keuangan AALI yang cemerlang. Masuknya perseroan kedalam industry gula akan meningkatkan pangsa pasar. Dengan support pada level 20.855 dan reistance di 23.000 disarankan untuk buy speculative. |
Monday, September 12, 2011
Masuki Industri Gula, AALI Menuju Resistance
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment