Thursday, September 15, 2011

Akuisisi Superblok, ASRI Masih Mencari Arah Trend


Kamis, 15 September 2011 10.24 WIB

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berencana untuk mengakuisisi superblok di Jakarta dan Bali. Dengan dilakukannya akuisisi ini, perseroan menargetkan reccuiring income bakal bertambah. ASRI sendiri menargetkan pendapatan berulang akan mencapai Rp200 miliar per tahun pada tahap pertama ini. Superblok tahap pertama tersebut adalah Mall Alam Sutera, gedung perkantoran Alam Sutera Office Tower serta komplek apartemen Silkwood Residence. Untuk mendanai akuisisi tersebut ASRI berencana menerbitkan obligasi yang akan terbit pada November hingga Desember.

Dengan akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan laba bersih perusahaan dimana pada semester pertama 2011 laba bersih ASRI menurun tipis menjadi Rp5,94 triliun. Penurunan tersebut mengakibatkan tingakat ROE turun hingga 5% menjadi 20,39%. Jika dilihat dari nilai PER sebesar 12,25x, ASRI memiliki harga saham yang cukup murah dibandingkan dengan saham sejenis.

Diperdagangkan pada harga Rp420 per lembarnya, trend ASRI cenderung flat (15/9). Indikator stochastic menunjukan pergerakan yang masih labil. Kndisi IHSG yang juga masih diombang ambing bursa global nampaknya berpengaruh besar terhadap ASRI. Sedangkan pada indikator MACD, trend sedang bearish. Penurunan garis MACD ditekan oleh histogram negatif yang memanjang. Begitu juga dengan Moving Average dimana EMA 5 bergerak turun menuju perpotongan dengan EMA 20.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa ASRI asih akan mencari momentumnya untuk naik. Bergerak dikisaran 395 – 450, cenderung terkoreksi dalam waktu dekat ini. Dengan support pada level 385 dan resistance di 450 sebaiknya wait and see kemana harga akan bergerak.

No comments: