PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil meraup laba Rp 2,552 triliun di semester I-2011, naik signifikan 42,17% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,795 triliun.
Menurut laporan keuangan INDF yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (24/8/2011), peningkatan laba ditopang oleh apresiasi penjualan hingga 20,5%. Hingga Juni 2011, penjualan perusahaan grup Salim ini mencapai RP 21,849 triliun. Padahal tahun sebelumnya hanya Rp 18,122 triliun.
Dengan beban Rp 15,52 triliun, INDF menhghasilkan laba kotor Rp 6,32 triliun, meningkat 7,5% dibandingkan periode sebelumnya Rp 5,88 triliun. Namun marjin laba kotor turun menjadi 28,9% dari sebelumnya 32,5%, karena naiknya harga bahan baku.
Perseroan mencatat pertumbuhan laba usaha 16,8% dari 2,97 triliun menjadi Rp 3,47 triliun. Dimana laba per saham INDF hingga semester I ini mencapai Rp 180 per lembar, meningkat dari periode yang saham tahun lalu Rp 161 per lembar.
Perseroan mencatat total aset di semester I lalu mencapai Rp 52,544 triliun, naik signifikan dibandingkan akhir 2010 Rp 47,27 triliun. Total kewajiban INDF sendiri mencapai Rp 23,21 triliun, naik dari Rp 22,42 triliun di Desember 2010.
Prestasi tersebut tidak lepas dari kelompok usaha strategi konsumen bermerek dibawah payung PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kelompok usaha ini menyumbang 42,27% dari penjualan INDF. Disusul Bogasari 24% dan Agribisnis, Distribusi 7%.
ICBP sendiri berhasil meraih laba bersih 18,39% dari Rp 861,69 miliar menjadi Rp 1,049 triliun. Laba ditopang oleh kenaikan penjualan sekitar 4,7% menjadi Rp 9,422 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, ICBP hanya meraih penjualan Rp 8,91 triliun.
Laba kotor naik tipis, dari Rp 2,39 triliun menjadi Rp 2,42 triliun. Sedangkan lab usaha meningkat 7,8% dari Rp 1,204 triliun di semester I-2010 menjadi Rp 1,38 triliun. Laba bersih per saham yang dibagikan kepada pemilik entitas induk, akhirnya ditutup pada level Rp 170 per lembar, turun dari periode sebelumnya Rp 172 per lembar.baca selengkapnya..
No comments:
Post a Comment